Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jual Buku Islam sebagai Tertuduh

Judul: Islam sebagai Tertuduh: "Kambing Hitam" di Tengah Kekerasan Global
Penulis: Akbar S. Ahmed
Penerbit: Arasy Mizan
Tebal: 307 halaman
Kondisi: Buku stok lama (bagus)
Harga: Rp. 55.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



"Aku datang suatu masa ketika Islam menjadi seperti bara panas di telapak tanganmu, kamu tidak akan sanggup menggenggamnya," kata Nabi di hadapan para sahabat. Salah seorang sahabat bertanya, "Apakah itu terjadi karena jumlah kaum Muslim yang sangat sedikit?" Nabi menjawab, "Tidak, jumlah kaum muslim sangat banyak, melebihi jumlah yang pernah ada sebelumnya, tetapi mereka tidak berdaya seperti buih di lautan."

Setelah Peristiwa 11 September 2001, prediksi Nabi tampaknya menjadi kenyataan. Islam menjadi seperti bara panas di tangan para pemeluknya. Jumlah mereka sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Tetapi, mereka merasa terpojok karena dituduh seabgai bagian dari agama "teroris", "fanatis", dan "ekstremis". Ketika AS mulai mengerahkan pasukan untuk berperang melawan terorisme di Afghanistan dan kemudian memburu teroris-teroris Muslim di seluruh penjuru dunia, kaum muslim mulai menangkap bahwa "perang terhadap terorisme" sebenarnya adalah "perang terhadap Islam". Islam tengah berada dalam ancaman. Apa yang salah dalam masyarakat Muslim?

Buku Islam sebagai Tertuduh menawarkan penjelasan tentang akar-akar kekerasan yang mewarnai hubungan Barat dan Islam dan implikasinya terhadap masa depan dunia. Lewat perspektif teologis dan antropologis, Akbar S. Ahmed memetakan betapa benturan peradaban bukanlah satu-satunya kemungkinan yang bisa ditempuh untuk mengatasi pelbagai persoalan global yang menghadang. Gagasan tentang "benturan peradaban", yang memandang kaum Muslim sebagai musuh utama Barat, adalah lanjutan dari ide-ide kuno tentang Islam sebagai sebuah peradaban barbar yang mengancam barat. Masih ada kemungkinan lain yang lebih sesuai dengan inti ajaran tiap-tiap agama dan nilai kemanusiaan universal, yaitu "dialog peradaban".

Kalau kita masih dibingungkan oleh banyaknya fenomena kekerasan yang begitu marak akhir-akhir ini, buku ini bisa menjadi rujukan bukan saja bagi peminat kajian Islam dan hubungan internasional, melainkan juga bagi siapa saja yang menginginkan penjelasan otoritatif tentang kekerasan yang kerap ditampilkan dengan jubah agama dan kepentingan yang berada di balik slogan "perang terhadap terorisme" yang diusung Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya.