Respon Cepat

Respon Cepat
Loading...

Jual Buku Nuansa Fiqih Sosial

Judul: Nuansa Fiqih Sosial 
Penulis: Sahal Mahfudh
Penerbit: LKiS, 2004
Tebal: 442 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 60.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312



Tak sekadar koinsidensi jika pada pasca khittah muncul fenomena baru dalam Nahdlatul Ulama. Regenerasi di dalamnya dari generasi pendiri ke generasi penerus, diikuti pula dengan ”regenerasi pemi-kiran”, yang ditunjukkan antara lain oleh pergeseran cukup penting dalam memandang fiqih. Meningkatnya anarki pemaknaan sosial dan politik di Indonesia, memaksa pemikiran fiqih mengalami pergeseran dari fiqih sebagai paradigma ”kebenaran ortodoksi” menjadi paradigma ”pemaknaan sosial”. Jika yang pertama menundukkan realitas kepada kebenaran fiqih, maka yang kedua menggunakan fiqih sebagai counter discourse dalam belantara politik pemaknaan yang tengah berlangsung.

Jual Buku Ziarah Postmodernisme: Hukum, Kondisi, Peristiwa

Judul: Ziarah Postmodernisme: Hukum, Kondisi, Peristiwa
Penulis: Jean-Francois Lyotard
Penerbit: Pustaka Eureka, 2004
Tebal: 166 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 30.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312



Melalui buku ini, Lyotard memperkenalkan kita dengan model-model narasi dan metanarasi lewat perjalanan seorang marxis Prancis bernama Pierre Souyri. Sebuah ziarah pemikiran yang sangat memikat.

Jual Buku Kemelut Reformasi (Hasanu Simon)

Judul: Kemelut Reformasi
Penulis: Hasanu Simon
Penerbit: Bigraf, 1999
Tebal: 268 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: Rp. 30.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312



Dengan memakai idiom-idiom jawa, dunia pewayangan, dunia religius, dan kisah kerajaan di Jawa, penulis buku ini bertutur, bergumam, bahkan menggerundel tentang banyak hal yang ditemui.

Jual Buku Monumen (Indra Tranggono)

Judul: Monumen (naskah drama)
Penulis: Indra Tranggono
Penerbit: YUI, 2002
Tebal: 110 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: Rp. 20.000 (blm ongkir)
Order: SMS/WA 085225918312



Sebuah Monumen Pahlawan berdiri di tengah kota Banjar Sari. Monumen itu didirikan untuk mengenang jasa pahlawan lokal yang pada masa penjajahan Belanda, gugur dalam pertempuran di kota itu. Monumen tiu dalam keadaan terlantar, tak terawat. Sehingga justru menjadi seorang gelandangan. Di situ ’bermukim’ Yu Seblak (pelacur senior), Kalur (pencopet), Ajeng (pelacur junior), Karep (gelandangan intelek), dll.

Persoalan muncul ketika Kepala Kota Praja Lama, RM Picis merencanakan memugar monumen tiu, seiring dengan bakal dikabulkannya usulan soal peningkatan status para pahlawan dalam monumen itu, dari pahlawan lokal menjadi pahlawan nasional. Pemugaran itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah: kelak monumen itu akan dijadikan objek wisata unggulan. Yu Seblak dkk, gelisah, karena terancam terusir dari kompleks monumen itu.

Namun sebaliknya, para pahlawan yang dipatungkan itu, justru berdebat sengit soal hakekat kepahlawanan. Untuk merealisasikan pemugaran dan usulan perubahan status menjadi pahlawan nasional, RM Picis –bersama asistennya, meninjau dan memilih pahlawan mana yang layak mendapat anugerah menjadi pahlawan nasional. Hanya dua pahlawan yang dipilih, yakni Wibagso dan Ratri. Masalah ini menimbulkan kecemburuan sosial bagi (arwah) pahlawan dalam monumen itu. Mereka –Sidik, Durmo dan Cempluk- tidak bisa menerima keputusan yang dipandang sangat tidak adil itu. Terjadilah apa yang disebut ”disintegrasi pahlawan” dalam monumen itu. Sidik hendak memisahkan diri –berdiri sebagai monumen-, namun ditolak oleh Wibagso dkk.

Belum terwujud pemugaran monumen itu, terjadi perubahan politik dan perubahan kepemimpinan nasional. RM Picis lengser dan digantikan Drs.Gingsir. sebagai Kepala Kota Praja Baru, Drs.Gingsir, meninjau kembali dan bahkan membatalkan rencana pemugaran monumen itu. Keputusan ini, menimbulkan kegembiraan bagi Yu Seblak dkk. Namun di balik itu, ternyata Drs.Gingsir punya keputusan lain. Yakni, menggusur monumen itu. Dan di lahan bekas monumen itu didirikan mall.

Jual Buku Kasus Israel: Studi tentang Zionisme Politik

Judul: Kasus Israel: Studi tentang Zionisme Politik
Penulis: Roger Garaudy
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1992
Tebal: 187 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Terjual jakarta


Penulis buku ini mengkritik baik antisemitisme maupun zionisme politik, dibahas masalah-masalah mendasar yang ditimbulkan oleh negara Israel. Pembahasan ini membawa pada suatu analisis mengenai dasar Zionis dari politik dalam dan luar negeri Israel.

Jual Buku Zionis: Sebuah Gerakan Keagamaan dan Politik

Judul: Zionis: Sebuah Gerakan Keagamaan dan Politik
Penulis: Roger Garaudy
Penerbit: Gema Insani Press, 1995
Tebal: 312 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Terjual jakarta


(a). Zionisme, sebagai sebuah gerakan keagamaan, dan zionisme sebagai sebuah gerakan politik. (b). Zionisme dan yudaisme. (c). Israel, sebagaimana yang digambarkan dalam injil serta “negara zionis” israel yang dapat kita saksikan sekarang ini.
I. Hikayat Historis: (a). Hikayat tentang hak-hak historis. (b). Hikayat injil.
II. Mulai dari mitologi zionis sampai kepada kegiatan-kegiatan politik israel. (a). Kebijaksanaan politik dalam negeri. Rasisme israel sebagai satu kesatuan. (b). Kebijaksanaan politik luar negeri israel. Ekspansionisme. (c). Metode-metode kebijaksanaan politik israel. Terorisme negara.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tolong like Facebook kami, trims

 
Blogger Widgets