Respon Cepat

Respon Cepat
Loading...

Jual Buku Nyanyian Cinta: Antologi Cerpen Santri Pilihan

Judul: Nyanyian Cinta: Antologi Cerpen Santri Pilihan
Penulis: A. Mustofa Bisri, Ahmadun Y. Herfanda, dkk.
Penerbit: Republika, 2006
Tebal: 200 halaman
Kondisi: Bagus (Stok lama)
Harga: Rp. 40.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Pada awal 80-an para santri tampil mempresentasikan dunia pesantren kepada khalayak. Gus Dur, Gus Mus, Cak Nur, dan Cak Nun adalah para santri yang mengikis pandangan luar bahwa pesantren identik dengan pemikiran stagnan, penampilan kolot, serta berpandangan picik.

Ledakan arus para santri (yang diawali dengan gerakan empat kampiun santri di atas) kemudian merambah ke dunia seni, lebih khusus lagi sastra. Jika nama santri senior seperti Gus Mus, Cak Nun maupun Kang Tohari sudah kondang di panggung sastra Indonesia. Maka generasi santri yang muncul belakangan setidaknya membuktikan betapa regenerasi santri di bidang sastra masih terjaga dengan baik.

Ahmadun Yosi Herfanda, Abidah el-Khalieqy, Habiburrahman el-Shirazy, Prie GS, adalah sekelumit nama santri yang mengusung warna baru dalam jagat sastra Indonesia. Mereka lahir, tumbuh, mengalami proses di pesantren, serta terpengaruh eksotisme religius ala pesantren. Hal itu terbukti, jika melihat gagasan, alur, serta nilai-nilai religius yang mereka usung dalam karyanya masing-masing.

Nyanyian Cinta; Antologi Cerpen Santri Pilihan, adalah bukti bahwa para santri memang memiliki daya pikat tersendiri dalam karya masing-masing. Dua belas santri—dan seorang mahasantri—masing-masing menawarkan citarasa bertutur dan daya bercerita yang khas. Gus Mus, sang mahasantri, tampil dengan "Muhasabah Sang Primadona" yang tampak menukik dan membalik imajinasi pembaca. Dalam cerpennya tersebut, Gus Mus menceritakan seorang perempuan muda yang sedang menghadapi masalah pelik. Masalah datang justru setelah ia menjadi artis tenar, kaya, bahkan sang primadona sudah berjilbab, dan menjadi penceramah agama. Sebuah impian banyak orang. Namun, disinilah letak ke-suhuan Gus Mus. Kiai asal Rembang ini memulai alur problematik cerita di saat bagi mayoritas masyarakat merupakan sebuah penyelesaian. Gus Mus terlihat berpegang pada pakem substansi sebuah cerpen. Ketenaran, kakayaan, dan gelar Ustadzah haruslah diberi makna yang akan memberi bobot nilai dalam realitas kehidupan.

Adapun Habiburrahman el-Shirazy, penulis novel Best seller “Ayat-ayat Cinta”, dengan jempolan mendeskripsikan tempat kuliahnya dulu, kampus al-Azhar Mesir melalui cerpen Nyanyian Cinta. Kang Abik (panggilan akrabnya) dengan gaya bahasa lugas nan memikat menceritakan hubungan Hafshah dan Mahmud yang berlandaskan ruh cinta serta bermuara pada makna kasih sayang yang luas. Dalam Nyanyian Cinta, Kang Abik kembali mengkampanyekan ruh cinta universal.

Lain lagi dengan "Mas Umar"-nya Arif Budi Santoso yang dengan telak mengkritik gaya hidup "zuhud total" yang menafikan unsur duniawi melalui lakon Kang Umar. Di sini Arif tampak berkutat dengan makna yang dengan semangat ia tuturkan melalui benturan dan putaran logika (meski sesaat). Membenturkan logika dengan realitas juga muncul dalam "Wali Tiban”nya Ahmadun Y. Herfanda, atau "Perantara"nya Prie GS.

Interpretasi substantif kembali kentara pada "Hidup El maut"-nya Abidah El Khalieqy, maupun "sayap-sayap Cinta"-nya Muhammad Kasmijan yang samar dengan gaya penulisan prosa-puitis bertabur makna. Berbeda dengan “Peri Kecil di Hari Pernikahanku”-nya Ukhti Mulia yang terlihat ada warna romantisme tragis namun tetap indah, serta “Maaaaak!!!”-nya Titik Indriyana yang mengusung protes sosial. Sedangkan polesan filosofis terlihat dalam “Langkah-langkah Tua”-nya Tazkiyyatul Muthmainnah maupun cerpen Mita el-Rahma (“Bacaan al-Quran buat Simbah”).

Tak heran jika Ahmad Tohari dalam “Kata Pengantar"nya menilai bahwa andaikata dua belas santri ini dipandang sebagai musafir yang sedang melintas padang kehidupan nyata, maka tampak paling depan adalah sang suhu, yaitu Gus Mus (KH. Mustofa Bisri). Mengiring di belakangnya adalah para pendekar; Ahmadun Yosi Herfanda, Prie GS, Abidah El Khalieqy, serta Habiburrahman El Shirazy  Tujuh lainnya adalah cantrik-cantrik yang sedang mengikuti jalan sastra kesantrian yang telah dirintis oleh sang suhu.

Para santri, dalam antologi cerpen ini, sekilas begitu simple namun kukuh mengusung makna saat menggoreskan tafsir atas kehidupan, meski terkadang masih terlihat sedikit sumir. Meminjam bahasa Ahmad Tohari, “proses”lah yang akan membuat para santri yang terbiasa menghafal beralih ke santri yang membaca, menghayati, lalu berbuat sesuatu untuk kehidupan nyata.

Disinilah para santri sebagai kreator bakal ter(di)uji sebagai penafsir kehidupan. (mencomot bahasa Satmoko Budi Santoso), benarkah seorang pengarang selalu berperan sebagai pengisah yang handal atau sekedar melanjutkan klise bahwa kerja mengarang telanjur terjebak pada beberapa teknik penceritaan tertentu yang seolah menjadi pakem.

Rijal Mumazziq Z, Jebolan PP. Mabdaul Maarif Jombang-Jember, Kontributor Forum Sastra Pesantren Indonesia (FSPI)

Jual Buku Misteri Apel Newton: Kisah Pergulatan Seorang Isaac Newton

Judul: Misteri Apel Newton: Kisah Pergulatan Seorang Isaac Newton
Penulis: James Gleick
Penerbit: Mizan, 2006
Tebal: 360 halaman
Kondisi: Bagus (Stok lama)
Harga: Rp. 60.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Sir Isaac Newton (1642-1727) merupakan salah satu dari sedikit ilmuwan yang paling berpengaruh yang pernah hidup. Kita mengenal akrab nama ini dari teorinya tentang gravitasi, meski gravitasi bukanlah satu-satunya penemuan Newton yang monumental. Newton juga mewariskan kepada kita konsep tentang spektrum cahaya. Ia juga tercatat sebagai penemu teleskop refleksi. Begitu pula dengan hukum geraknya yang mampu menjelaskan banyak hal mengenai orbit benda-benda angkasa, termasuk bumi kita

Soal lahirnya hukum gravitasi ini memang memiliki banyak versi. Ada yang percaya bahwa gagasan tentang gravitasi muncul setelah sebuah apel jatuh menimpa kepalanya. Versi lain menyatakan bahwa sumber gagasan justru saat ia melihat bulan yang menggantung di angkasa. Dalam biografinya malahan dikisahkan bahwa gagasan soal teori gravitasi lahir setelah ia teringat akan sebuah permainan di masa kecilnya: Sebuah ember penuh berisi air diputar kuat-kuat dalam sumbu vertikal sehingga air dalam ember tidak tumpah walaupun posisi ember terbalik.

Kini, lebih dari tiga ratus tahun setelah Newton merumuskan teori-teorinya, penemuannya masih tetap relevan. Semasa hidupnya, Newton mungkin tidak pernah membayangkan bahwa peluncuran roket dan perjalanan antar planet kini bisa dilakukan dengan berdasarkan rumusan yang ia temukan. Bukankah konsep tentang spektrum cahaya yang digunakan untuk mengukur pergeseran bintang merupakan buah dari penemuan Newton? Hukum gravitasinya menjelaskan bagaimana sebuah planet yang mengorbit bisa mempengaruhi bintang induknya. Dan jangan lupa dengan hukum gerak yang menjelaskan tentang periode, massa, dan jarak objek yang mengelilingi sebuah bintang. Semua itu lahir dari otak jenius Newton tiga setengah abad lampau!

Dalam buku bertajuk asli Isaac Newton karya James Gleick ini diceritakan bahwa kejadian jatuhnya buah apel mengilhami Newton untuk menemukan hukum yang kemudian terkenal dengan nama "Hukum Gaya Berat (Gravitasi) Newton (1687)". Nampaknya, dengan bantuan Hukum Gaya Berat Newton ini, kita mulai memahami asal-usul penyebab jatuhnya apel tersebut ke permukaan bumi. Dan dengan demikian terungkaplah secara jelas apa penyebab tertariknya buah apel itu (melalui Hukum Gaya Berat Newton) dan mengapa jatuhnya haruslah ke permukaan bumi (melalui Hukum Gerak Newton).

Sebelum membaca buku ini, sebagian pembaca mungkin mempunyai kesan bahwa Newton menemukan perumusan hukum gaya beratnya melalui suatu ilham yang datang secara tiba-tiba. Ternyata tidak demikian! Teori Newton lahir melalui proses yang cukup panjang yang dibuka oleh pemikiran Kopernikus, dirintis oleh tumpukan data Tycho Brahe, dan yang kemudian digarap oleh Kepler. Penemuan Newton sendiri diperoleh melalui usaha dengan ketekunan yang memakan waktu untuk dapat memahami ketiga ilmuwan tersebut

Bahkan, pada 1666 ia masih belum memahaminya. Dugaannya mengenai gravitasi disimpan oleh Newton untuk dirinya sendiri selama puluhan tahun. Buku ini menerangkan dengan jelas bahwa buah apel itu sendiri bukanlah apa-apa. Ia hanyalah kembaran dari bulan yang penuh teka-teki. Buah apel jatuh ke bumi, begitu juga bulan: terbelokkan dari lintasan yang lurus, mengelilingi bumi. Apel dan bulan merupakan suatu kebetulan, suatu generalisasi (hlm. 90).

Dalam penelitian di kebunnya, dan dalam perenungannya seorang diri yang tanpa henti, serta nalarnya yang senantiasa dipenuhi dengan modus-modus geometri dan analisis baru, Newton membuat hubungan-hubungan di antara berbagai ranah pemikiran yang terpisah jauh. Namun, ia masih belum yakin. Perhitungan-perhitungannya masih meragukan; ia hanya menemukan jawaban-jawaban yang mendekati. Ia mencari presisi yang jarang dijumpai, melebihi dari yang dimungkinkan oleh data pendukung yang ada waktu itu.

Dengan berbagai hasil karya ilmiah yang dicapainya, Newton menulis sebuah buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, di mana pada buku tersebut dideskripsikan mengenai teori gravitasi secara umum, berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya, dimana benda akan tertarik ke bawah karena gaya gravitasi.

Baru sekitar tahun 1916, kurang lebih dua abad setelah Newton mengemukakan hukum beratnya, teori Newton disempurnakan menjadi bentuk yang lebih umum dan mendasar. Hal ini dilakukan oleh ilmuwan Albert Einstein (1879-1955), melalui teorinya yang sangat terkenal, Teori Kerelatifan Umum. Teori ini kelihatannya menggantikan mekanika Newton dan Teori Gaya Berat Newton. Tetapi Einstein memperlihatkan, jika kecepatan benda yang bergerak lebih kecil daripada kecepatan rambat cahaya dan kekuatan medan gaya beratnya lemah, maka persamaan gerak yang bersangkutan dan juga persamaan medan gaya beratnya sama dengan kepunyaan Newton.

Newton lahir secara prematur di Woolsthorpe, Lincolnshire, Inggris. Ayahnya, Isaac, meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton, dan dua tahun kemudian ibunya, Hannah Ayscough, menikah dengan lelaki lain dan menitipkan Newton pada neneknya. Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa dan kemudian dikirimkan ke sekolah bahasa di daerah Grantham, di mana ia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya.

Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge pada usia 19, Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Anne menikahi orang lain. Banyak yang mengatakan bahwa Newton selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan bahkan pernah menikah.

Kesendirian adalah bagian penting dari kejeniusannya. Ia takut terhadap publisitas, menghindari kritik dan kontroversi, dan lebih memilih tidak menyebarluaskan temuan-temuan revolusionernya, seandainya saja tidak didesak rekan-rekannya. Ketenarannya diabadikan dalam medali, dan penemuan-penemuannya disanjung dalam puisi-puisi.

"Aku tidak tahu bagaimana dunia memandang diriku," katanya sebelum meninggal, "tetapi aku sendiri memandang diriku seperti seorang bocah yang bemain pasir di pantai, asyik mencari batuan halus serta kerang-kerang cantik, sementara lautan kebenaran mahaluas tak terjamah olehku" (hlm. 13). Perumpamaan yang menggugah ini banyak dikutip selama berabad-abad sesudahnya.

Membaca biografi Isaac Newton ini memang sangat mengasyikkan. Banyak hal yang memberikan inspirasi dari pribadi ilmuwan yang satu ini, walaupun sebagai manusia ia tidak luput dari berbagai kekurangan. Ketekunannya yang luar biasa, rasa ingin tahunya yang besar, ketelitiannya dalam melakukan riset adalah beberapa di antaranya. Empati Gleick terhadap subjek tulisannya membuat kita nyaris seolah-olah melihat dunia melalui mata Newton sendiri.

RAKHMAD ADI RODIYAT, Mahasiswa Tekhnik Elektro ITS Surabaya

Jual Buku Sistem Politik Islam: Sebuah Pengantar

Judul: Sistem Politik Islam: Sebuah Pengantar
Penulis: Sayid Muhammad Baqir Ash-Shadr
Penerbit: Lentera, 2001
Tebal: 152 halaman
Kondisi: Bagus (Stok lama)
Harga: Rp. 35.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Buku ini, secara garis besar membahas hal-hal yang berkait dengan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan apa, untuk apa, oleh siapa dan atas dasar apa suatu pemerintahan Islam dibangun. Bukan hanya itu, buku ini juga membahas kaitan-kaitan antara doktrin Islam, seperti iman, ikhtiar dan wawasan Illahi dengan persoalan umat untuk perubahan sosial.

Persoalan ijtihad dan wawasan tentang kaidah pengambilan hukum juga dibahas di sini. Tak ketinggalan, hal-ihwal yang terkait dengan nash-nash, baik kejelasan dan otoritasnya sebagai refensi pokok umat Islam, tak luput dari pembahasan pengarangnya. Last but not least, persoalan-persoalan yang sangat khas dalam khazanah keIslaman Syi’ah juga banyak ditelanjangi oleh Musa ash-Shadr. Namun, penulis membatasi uraian Musa ash-Shadr dalam kaitannya dengan politik dan pemerintahan dalam Islam. ‘Alla kulli hal, Musa ash-Shadr dikenal sebagai tokoh Syi’ah yang mumpuni dalam bidangnya dan salah satu pendukung pemerintahan Islam yang gigih.

Jual Buku Rubaiyyat Sebiji Sawi

Judul: Rubaiyyat Sebiji Sawi
Penulis: Hamdy Salad
Penerbit: Pustaka Sufi, 2004
Tebal: 168 halaman
Kondisi: Bagus (Stok lama)
Harga: Rp. 40.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Buku Rubaiyyat Sebiji Sawi berisi 300 rubaiyyat, dibagi dalam 13 bagian. Di dalam buku aslinya, tiap empat baris diberi nomor dari 1 sampai 300. Dalam pengantar buku itu, yang ditulis oleh Suminto A. Sayuti, dijelaskan pengertian Rubaiyyat: “jenis rubaiyyat (puisi empat baris, atau dalam penulisan Arabiknya berbentuk dua baris berpasangan) lebih dikenal atau disepadankan dengan kuatrain. Akan tetapi, berbeda dengan kuatrain yang lebih menunjuk pada jumlah baris, yaitu empat baris, rubaiyyat lebih mementingkan isi atau kecenderungan tematis, dan bagaimana hal itu diolah sebagai bagaian penting di dalamnya.”

Disebutkan juga bahwa penyair utama dan pertama yang memperkenalkan rubaiyyat ialah Omar Khayyam (w. 1132), yang di barat diterjemahkan dan diperkenalkan oleh Fitz Gerald (th. 1895). Dan sejak itu, pola-pola penulisan rubaiyyat lebih mengarahkan matra dan iramanya pada citarasa yang bersifat spontan, ringkas dan cerdas terhadap percik-percik gagasan religius, etis, dan sufistik, tulis Suminto A. Sayuti.

Adapun judul-judul yang disertakan, bagi Suminto, tidak begitu penting. Ia menulis begini: “Sementara, pembagian itu sendiri, pada hemat saya, tidak begitu penting karena lebih bersifat teknis, dan sekaligus memudahkan pembaca dalam menikmati keseluruhan rubaiyyat yang disajikan. Itulah sebabnya judul masing-masing bagian hanya diambilkan dari larik-larik yang mengawali bagian yang bersangkutan.”

Pernah terbaca sekilas literatur dengan rubaiyyat, jadi ada yang disebut rubai, ada juga yang disebut rubaiyyat, ini untuk membedakan tunggal dan jamak. Hanya saja saya tak ingat mana yang tunggal dan jamak itu, dan kalau tidak salah ingat juga, ada rima khusus untuk rubaiyyat, yaitu a-a-b-a. Namun membaca Rubaiyyat Sebiji Sawi, saya tak melihat adanya pola rima tersebut, barangkali, pola tersebut adalah pola klasik dari rubaiyyat. Entahlah.

Selanjutnya, Suminto membagi ke-300 rubaiyyat Hamdy Salad ke dalam tiga kecenderungan. Pertama rubaiyyat yang cenderung mengedepankan dimensi muhasabah (kontemplasi ke dalam diri). Kedua, rubaiyyat yang cenderung mengedepankan dimensi musyahadah (kesaksian terhadap realitas), dan puncaknya yang ketiga, yaitu yang cenderung mengedepankan dimensi tafakkur (berpikir dan berzikir).

Jual Buku Sains dan Masyarakat Islam

Judul: Sains dan Masyarakat Islam
Penulis: Nasim Butt
Penerbit: Pustaka Hidayah, 1996
Tebal: 175 halaman
Kondisi: Bagus (Stok lama)
Harga: Rp. 35.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C

Buku memberikan kita banyak sekali pengetahuan tentang sains, Islam dan ilmuan muslim. Isi buku ini menjelaskan bahwasanya sains dan Islam tidak pernah ada dikotomi atau pertentangan: karena sains, teknologi, ekonomi, dan politik semua itu tercakup dalam ajaran islam. Islam pernah mencapai puncak kejayaan pada abad ke-10 dan ke 11, dengan di buktikan bahwa banyak ilmuan muncul pada masa itu. Dalam bidang sains , Baik di bidang politik, bidangkedokteran, bidang botani,dan zoologi, dll.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tolong like Facebook kami, trims

 
Blogger Widgets