Respon Cepat

Respon Cepat

Jual Buku Membongkar Jaringan Bisnis Yahudi di Indonesia

Judul: Membongkar Jaringan Bisnis Yahudi di Indonesia
Penulis: Anton Ramdan
Penerbit: Media Islamika, 2009
Tebal: 240 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 40.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



Bisnis Yahudi saat ini telah menjadi sebuah imperium dan bisa dikatakan paling berkuasa dalam dunia bisnis internasional. Bisnisnya merasuk ke dalam semua bidang bisnis mulai dari bisnis kebutuhan sehari-hari sampai bisnis kebutuhan berteknologi tinggi. Bisnisnya berdiri mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, Asia, hingga Australia. Bisnis Yahudi tersebut pun telah menancapkan kukunya secara kuat di Indonesia. Seberapa kuatkah kuku bisnis Yahudi yang menancap di negeri kita?. Bagaimana pengaruhnya dalam ranah politik?. Perusahaan Yahudi mana saja beserta produknya yang tersebar di negara kita? Serta bagaimana masa depan bisnis Yahudi di negeri ini. Untuk itulah buku ini hadir mencoba mencari jawaban dari pertanyaan itu dan pertanyaan lainnya mengenai bisnis Yahudi di Indonesia.

Jual Buku Syahwat Keabadian (Friedrich Nietzsche)

Judul: Syahwat Keabadian
Penulis: Friedrich Nietzsche
Penerbit: Komodo Books, 2011
Tebal: 192 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 45.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312


Friedrich Nietzsche. Siapa tak kenal manusia satu ini. Dialah si pembunuh Tuhan. Dari kematian tuhan itu pula, maka lahirlah deretan panjang pembongkaran, penggulingan, penghancuran dan pemusnahan pola-pola kebakuan. Ya. Logika raksasa kekagetan. Peggelapan sekaligus gerhana matahari. Dunia menjelma ladang kegaduhan, keriuhan, dan kepanikan yang amat sangat. Histeria. Begitulah Nietzsche. Dialah yang filosofis. Dialah yang puitis. Ia mengaku cuma pandir, cuma penyair (p.109-117). Tetapi, dialah yang nihilis sekaligus yang estetis. Dialah sang terkutuk sekaligus sang terberkati. Dialah yang melantik diri sebagai tuhan dan hantu zaman. Dialah ini dan itu.

Dengan demikian, jangan mengharapkan Nietzsche berpuisi dengan rinai hujan air mata. Nietzsche berpuisi dengan dinamit. Dinamit syahwat yang meledak dari palung kesunyian jiwanya. Nietzsche mengekalkan kehendak untuk berkuasa dalam ambang ambiguitas, kontradiksi, dan paradoks tak terperikan. Berikhtiar terus-menerus. Sekaligus diskontinu. Karena itu, dialah penghujat sekaligus juru selamat. Namun, dia juga halilintar dan gempa bumi. Ia melegitimasi ketegangan, permusuhan, hingga penaklukan. Lantas mengaduk-aduk segala insting yang dikendalikan kekuatan dominan inteligensi, suara hati, hingga dorongan birahi. Semua dilebur. Jangan heran bila tercipta chaos besar dan monumental. Bumi pun gonjang-ganjing. Sebab ia menggetarkan pucuk-pucuk langit dan ujung-ujung benua. Maka apa yang ditinggalkannya adalah apa yang paripurna. Seperti sosok agung purnamanusia, sang manusia atas, Übermensch itu.

Begitulah. Nietzsche telah menghapus seluruh cakrawala pemikiran filsafat modern dengan jingkrak-jingkrak bahagia, melalui aforisme dan/atau puisi. Ia tak enggan mereguk habis seluruh samudera kesepian dunia. Dan, Nietzsche membuka tabir-tabir pemikiran baru setelah melantak seluruh mazhab yang pernah ada. Ia benturkan segala definisi dan bentuk kemapanan hingga hancur-lebur. Dari tiap kepingan itu pun lahirlah perenungan-perenungan besar; semisal tubuh, kesadaran, dan kekuasaan. Karena dentuman agung syahwat intelektual itu pula maka ia menjadi manusia paling dicela sekaligus paling dipuja. Sebab ia tak pernah alpa membawa debar dalam syahwatnya, yakni: debar yang asing, ganjil, dan mengerikan.

Ya! Nietzsche telah meniup sangkakala nihilisme. Tersibaklah senjakala bagi modernisme. Dunia pun menggigil, menjelma gurun nihilitas. Vakumnya nilai-nilai. Terhampar di hadapan manusia. Sistem kepastian religius (kristianitas) rontok berkeping-keping. Merebaklah kerumunan yang kehilangan akar-akar moralnya dan mengalami disorientasi. Ia menyebarkan teror kebingungan sejak menyesatkan petunjuk arah mata angin kehidupan. Tak ada kebenaran!, teriaknya. Tak ada yang absolut! Yang ada hanya realitas yang terus berubah. Tak pernah statis untuk segala waktu dan tempat. Maka, dengan yakin ia meminang cintanya: Keabadian yang senantiasa berulang, dengan syahwatkan keabadian/ dan cincin kawin segala cincin/ cincin sang Keberulangan! (p.93-107).

Dan, saya kira, Nietzsche sangat sarius dengan model filsafatnya. Maka, persetan dengan Bertrand Russel, yang menganggap Nietzsche sebagai filsuf yang tak serius. Saya kira tak ada yang lebih gigih dari manusia ini memaksimalkan volume otak dan intuisinya untuk menafsir makna hidup. Bahkan keseriusan itu teramat sublim bagi lelaki berkumis panjang ini. Karena itu ia dekat dengan naluri kegilaan. Sangat dekat. Memang banyak yang tak mengerti dengan Nietzsche. Tapi itu dia, Nietzsche pun tak ingin dimengerti. (Seperti review yang tak ingin dimengerti ini). Sebab Nietzsche hanya memaklumkan sebuah hidup tanpa alasan, tanpa arah, sekaligus sebagai fakta yang buta (factum brutum). Baginya, yang ada cuma perspektif-perspektif yang terus berubah, yang khaotis, dan terus mengalir.

Dengan segala 'kegilaan' itu lantas timbul pertanyaan: Apakah Nietzsche dapat kita katakan atheis sementara hampir seluruh hidupnya digunakan untuk merengkuh misteri ketuhanan itu sendiri? Saya tak yakin. Nietzsche tak henti-henti menguji batas-batas kebebalan dan kemampatan daya tahan diri untuk 'berkenalan' dengan Tuhan Yang Tak Dikenal – sejak masa mudanya.Ingin kukenal Kau, wahai Yang Tak Dikenal,/ begitu Nietzsche, Yang cengkerami pusat jiwaku,/ Yang lintasi hidupku bagai badai,/ Kau Yang Tak Tergapai, yang sejenis denganku!/ Ingin kukenali Kau, sendiri jadi abdiMu. (p.49)

Itulah hasrat terkuat Nietzsche yang tak habis-habisnya berjuang. Sendiri. Dan, ia berjuang bukan untuk berada, melainkan ia berada untuk berjuang. Berperang. Bukan saja berperang melawan Tuhan, namun sekaligus berperang melawan gerombolan dombawi dan melawan syahwatnya sendiri. Satu lawan semua. Tujuannya untuk menguji dan menembus batas-batas rasionalitas, serentak mengevaluasi nilai-nilai keyakinan yang jamak dalam masyarakat kesekarangan. Kira-kira begitu pesan buku Syahwat Keabadian ini.

Syahwat Keabadian ini menawarkan serangkaian pilihan ini dan itu untuk menjalani hidup, seperti yang pernah disabdakan sang nabi Zarathustra ini: "apakah hidup ini mengerikan atau menyenangkan, membahagiakan atau membabani, terimalah itu dan katakan Ja-Sagen, 'Ya' terhadap kehidupan." Nietzsche telah menjawab 'Ya' dan 'Amin' (p.93-107) kepada sang kehidupan, dan - ecce homo! lihatlah manusia ini! - ia telah menjadi gila.

Jual Novel Courrier Sud - Pesawat Pos Selatan

Judul: Courrier Sud - Pesawat Pos Selatan
Penulis: Antoine de Saint-Exupéry
Penerbit: Komodo Books, 2010
Tebal: 190 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 45.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312


Antoine de Saint-Exupéry (29 Juni 1900-31 Juli 1944) merupakan penulis —yang juga penerbang— berkebangsaan Prancis. Dia dilahirkan di Lyon sebagai anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Marie de Fonscolombe dan Count Jean de Saint Exupéry. Pada tahun 1921, Exupéry belajar arsitektur di École des Beaux-Arts. Dia menjadi terkenal saat menuliskan Le Petit Prince (Sang Pangeran Kecil, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Wing Kardjo). Novel ini telah diadaptasi dan dipanggungkan dalam teater, film cerita, juga film animasi. Courrier Sud terbit pertama kali tahun 1929; dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia —juga pernah difilmkan oleh sineas Prancis. Tragisnya, Exupéry hilang dalam penerbangan di Mediterania pada 31 Juli 1944. Untuk menghormati jasanya dalam kesusastraaan, pemerintah Prancis menjadikan Exupéry sebagai gambar pada mata uang logam franc.

Novel ini mengisahkan tokoh-tokoh yang mengabdikan hidupnya pada pos udara di awal abad ke-20 yang penuh resiko. Juga konflik psikologis manusia, antara cinta, kesepian, dan pengkhianatan. Dengan bahasa yang puitis, novel menunjukkan keunggulan Exupéry sebagai pengarang eksistensialis dan humanis yang puitis. Penuh renungan sastra dan kemanusiaaan yang dalam.

“Dalam novelnya ini, Exupéry telah menunjukkan keunggulannya dalam menata petualangan udara yang mengungkapkan ketetapan hati seorang manusia untuk menghadapi saat-saat genting." (Sapardi Djoko Damono, Guru Besar Sastra Universitas Indonesia)

"Kelebihan novel ini mesti disebutkan adalah otoritas penerjemahnya. Apsanti Djokosujatno, sebagai penerjemah, guru besar sastra, sekaligus kritikus, sudah tentu dia tahu apa yang penting diterjemahkan untuk pembaca Indonesia. Dan itu kiranya sudah cukup alasan kenapa novel ini mesti dibaca." (Jamal D. Rahman, Pemred Majalah Sastra Horison)

Jual Buku Tuhan, Kita Begitu Dekat

Judul: Tuhan, Kita Begitu Dekat (Antologi Puisi)
Penulis: Abdul Hadi WM
Penerbit: Komodo Books, 2012
Tebal: 172 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 45.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



Kumpulan puisi ini merupakan kumpulan lengkap puisi Abdul Hadi WM sejak awal kepenyairannya hingga kini. Kumpulan ini menunjukkan keberagaman perjalanannya sebagai penyair. Abdul Hadi adalah gabungan antara penyair dan sarjana, disiplin dan ketertiban dengan gairah dan kegilaan, peminat dan penikmat Timur dan Barat, Islam dan keterbukaan.

Tuhan, Kita Begitu Dekat merupakan kumpulan lengkap puisi-puisinya sejak awal kepenyairannya hingga kini, yang sekaligus menunjukkan keberagaman perjalanannya sebagai penyair. Sebuah kumpulan puisi yang patut menemani kita menjalani dunia yang makin galau, banal, mencemaskan, sekaligus menakjubkan ini.

Jual Buku Mencari Tuhan dengan Fisika Baru

Judul: Mencari Tuhan dengan Fisika Baru
Penulis: Paul Davies
Penerbit: Nuansa, 2006
Tebal: 321 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 85.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



Jika membicarakan esensi Tuhan, mungkin pendekatan paling tepat dalam fisika adalah dunia kosmologi. Tuhan-lah yang memulai alam semesta ini dengan Big Bang (bagi yang percaya). Teori Alam Semesta yang dimulai dari dentuman besar adalah salah satu teori penting dalam kosmology. Ilmu fisika kita, belum sanggup menjelaskan secara kaffah dan harfiah apa yang terjadi pada menit-menit pertama akibat ledakan besar yang terkenal itu (the first 3 minutes). Kelanjutan dari Teori Dentuman Besar adalah kehancuran total (Big-crunch). Yang diramalkan akan terjadi sebagai imbas dari akhir dari yang awal.

Jual Buku Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim

Judul: Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim
Penulis: Farag Fouda
Penerbit: Paramadina, 2008
Tebal: 219 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 70.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



Buku ini mengungkap sejarah kelam praktik politik di kalangan kaum Muslim pada masa klasik. Berdasarkan sumber-sumber primer. Farag Fouda mengajak kita untuk mengakui realitas sejarah kelam itu, mengambil hikmah darinya, seraya membangun masa depan yang lebih beradab.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tolong like Facebook kami, trims