Respon Cepat

Respon Cepat
Loading...

Jual Buku Tafsir Umm al-Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha

Judul: Tafsir Umm al-Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha
Penulis: ‘Abdullah Abu as-Su’ud Badr
Penerbit: Serambi, 2000
Tebal: 336 halaman
Kondisi: Cukup (stok lama)
Harga: Rp. 70.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Umm al-Mu’minin ‘Aisyah lebih populer dari yang dikenal. Ia menguasai lebih dari seribu hadis yang diriwayatkan dengan sangat teliti dan lengkap. Ia banyak menguraikan hukum-hukum syariat. Bahkan, para tokoh sahabat biasa menemuinya untuk menanyakan berbagai isu keagamaan yang sedang berkembang. Sampai-sampai, sebuah hadis palsu dibuat sehubungan dengan kapasitas keilmuannya : “Ambillah separo agamamu dari perempuan yang berwajah kemerah-merahan ini!”

Buku ini, untuk pertama kalinya dalam dunia pustaka Islam, mengompilasi, Memveritifikasi, dan mengonfirmasi riwayat-riwayat tasfir yang berasal dari Siti ‘Aisyah. Buku ini dibagi kedalam dua bagian utama. Bagian pertama berisi kajian analitis terhadap Tafsir Asiyah, dan bagian kedua memuat teks tafsir itu sendiri.

Jual Buku Para Pemikir Bebas Islam

Judul: Para Pemikir Bebas Islam 
Penulis: Sarah Stroumsa
Penerbit: LKiS, 2006
Tebal: 410 halaman
Kondisi: Bagus (stok lama)
Harga: Rp. 75.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Bila kita menelaah gemuruh intelektualisme dalam dunia Islam saat ini, sebuah keniscayaan bagi kita untuk menengok kebelakang wajah pemikiran dunia Islam yang pada abad pertengahan menjadi “kiblat” pemikiran dunia.

Disaat dunia Eropa bangga dengan buta huruf pada abad pertengahan, dunia Islam telah hadir sebagai spektrum pusat peradaban dunia yang membawa pencerahan masyarakat dunia. Umat Islam telah meninggalkan mitos-mitos masa lalu. Umat Islam tidak lagi menjadi masyarakat dongeng yang hanya patuh dengan dogma-dogma yang enigmatic, namun telah menjadi masyarakat pembaca yang selalu kritis dalam memandang setiap permasalahan, termasuk masalah dogma agama yang telah dijelaskan  dalam al-Quran dan al-Hadits.

Para pemikir Muslim abad pertengahan berani mendobrak berbagai  konsepsi pemikiran yang sudah dianggap “baku” dan tidak bisa di “otak-atik” oleh umat. Keberanian inilah yang akhirnya menimbulkan perdebatan panjang dunia pemikiran, khususnya perdebatan ahlu al-hadits yang mengedepankan makna tekstual agama dengan ahlu al-ra’yu yang selalu menggunakan rasio dalam mengkritisi teks agama.

Namun, dari perdebatan panjang inilah sebenarnya Islam telah menancapkan kemegahannya sehingga menggapai puncak peradaban yang kemudian mengilhami pencerahan Barat pada abad ke-17.

Buku “Para Pemikir Bebas Islam” ini berusaha menjelajah jejak pemikiran ahlu al-ra’yu abad pertengahan. Penulis buku ini menyebut para ahlu al-ra’yu sebagai pemikir bebas Muslim. Sudah tentu, pemikir Muslim yang memilih jalan “bebas” tidak sedikit dalam dunia Islam. Sebut saja misalnya ada Ibnu Rusd dan Ibnu Sina dalam filsafat, ada Ibnu Arabi dan al-Hallaj dalam tasawuf, ada Abu Hanifah dan Ibnu Rabi’ah dalam fiqh, ada Ibnu Khuldun dalam sosiologi dan sejarah, dean sebagainya.

Namun penulis dalam buku ini tidak menghadirkan para pemikir bebas yang masyhur tersebut. Penulis mengambil dua pemikir yang selama ini tidak terlalu diperdebatkan dalam dunia Islam, bahkan namanya tidak terlalu masyhur. Dua pemikir tersebut adalah Ibnu ar-Rawandi dan Abu Bakr al-Razi. Nama lengkap Ibnu Rawandi  adalah Abu Husain Ahmad bin Yahya bin Ishak al-Rawandi. Dilahirkan di Khuarasan, sekitar tahun 205 H/815 M. Dia bergabung dengan kelompok Mu’tazilah Bagdad dan mendapatkan kedudukan yang menonjol dikalangan mereka. Akan tetapi, ketika mendekati usia 40 tahunan dia menjauhkan diri dari Mu’tazilah dan membentuk aliansi yang dekat dengan kelompok non-Mu’tazilah, baik Muslim {Syi’ah} maupun non-Muslim {Manichean, Yahudi, dan Kristen}, bahkan dia banyak menyerang Mu’tazilah melalui berbagai tulisan-tulisannya.

Sementara al-Razi nama lengkapnya adalah Abu Bakr Muhammad bin Zakaria al-Razi. Dia dilahirkan di Rayy pada bulan Sy’ban tahun 251 H {850 M}. Ar-Razi dikenal selain dikenal sebagai tokoh kedokteran ternama juga menjadi sosok sangat dikagumi dalam dunia filsafat. Bhakan Mehdi Mohaghegh menyebutnya sebagai “Filsuf dari Ray”.

Kedua sosok kontroversial tersebut telah menggertak panggung intelektual dunia Islam, khususnya yang berkaitan dengan masalah kenabian. Bagi kebanyakan kaum Muslim, masalah kenabian adaah sebuah dogma yang muthlak. Nabi adalah mereka yang telah mendapatkan wahyu Tuhan, sehingga mengkritik nabi adalah sebuah “kecelakaan sejarah”. Berbeda dengan mayoritas umat, kedua pemikir ini berani menggertak, bahkan menganalisis ulang konsep kenabian. Ar-Rawandi dalam kitab Az-Zumurrud dan Al-Razi dalam kitab Makhariq Al-Anbiya’ telah memproklamasikan dirinya sebagai sosok yang anti kenabian. Kedua beranggapan bahwa manusia yang dikaruniai akal oleh Tuhan sudah cukup untuk menjejalah segala kehidupan yang ada dalam semesta. Kalau akal yang diberikan tuhan sudah cukup untuk bekal hidup manusia, buat apa nabi menunjukkan jalan. Kalau akal telah membuka tabir gelap kehidupan, maka manusia sejatinya sudah cukup untuk menjalankan hidupnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Kehidupan yang hanya selalu menunggu kedatangan nabi hanya akan menupulkan keagungan akal manusia. Dan penumpulan akal berarti kita tidak mensyukuri anugrah tuhan yang sangat berharga dan mulia tersebut.

Buku ini memaparkan bahwa fase kenabian merupakan jantung dari keberadaan agama-agama wahyu. Tanpa kenabian, agama-agama wahyu itu hampir bisa dipastikan tidak akan pernah ada. Oleh karena itu, ketika Ibn ar-Rawandi dan Abu Bakar ar-Razi melancarkan kritik dan serangan yang meruntuhkan konsep kenabian, maka sebenarnya bukan hanya Islam yang menerima pukulan telak dari serangan itu, melainkan juga agama-agama wahyu lainnya, Yahudi dan Nasrani.

Jual Buku Islam: Biang Ketakutan atau Tumpuan Harapan?

Judul: Islam: Biang Ketakutan atau Tumpuan Harapan?
Penulis: Habib Boulares
Penerbit: Pustaka Hidayah, 2003
Tebal: 293 halaman
Kondisi: Bagus (stok lama)
Harga: Rp. 55.000 (blm ongkir)
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Sebagai seorang mantan menteri kebudayaan Tunisia, Boulares memiliki pengalaman dan bacaan buku-buku yang banyak. Begitu juga dengan interaksinya dengan media massa sehingga bukunya ini penuh dengan informasi dan analisa kritis terhadap fenomena yang terjadi di sekitar Tunisia, juga Dunia Islam.

Boulares masih melihat di Dunia Islam ini, wajah Islam itu ada dua: Syiah dan Sunni. Baginya, dua wajah ini yang kemudian hari muncul kembali dalam jagad politik Islam kontemporer. Arab Saudi, Irak, Kuwait, Turki, Iran, dan Lebanon masih terus bergumul dengan kasus dan sejumlah konflik yang berkaitan dengan mazhab klasik. Sebagai warisan sejarah yang tentunya tidak hilang hingga sekarang ini karena memang tampaknya dilestarikan atau dipertahakan dengan klaim kebenaran berdasarkan historis dan teks suci. Itu wajah Islam Modern yang masih berada dalam bayang-bayang sejarah Islam.

Pada buku ini juga, Boulares menampakkan wajah Islam kontemporer yang bernuasa pergerakan politik dan pembaruan agama dalam dua wajah: moderat dan radikal. Kelompok pemikir-pemikir Islam yang mempromosikan Islam secara damai dan menerima khazanah Barat dianggap kelompok pertama. Sedangkan gerakan yang mencoba mengubah tatanan yang sudah teratur yang tidak sesuai dengan Islam coba dipaksakan diganti dengan aturan Islam, termasuk yang kedua. Ikhwanul Muslimin, Hijrah wal Takfir, Gerakan Juhaiman, dan lainnya adalah bagian dari gerakan radikal. Buku ini berisi informasi, khususnya berkaitan dengan gerakan Islam modern dan pembaruan Islam di Arab Saudi, Iran, Lebanon, Tunisia, Turki, dan lainnya.

Jual Buku Manajemen Hidup dalam Islam (Syaikh Nawawi Banten)

Judul: Manajemen Hidup dalam Islam
Penulis: Syaikh Muhammad Nawawi Banten
Penerbit: Hikmah (mizan Group), 2004
Tebal: xviii + 258 hlm
Kondisi: Baru (bersegel)

Harga Rp 50.000,- (belum ongkos kirim)

Order:
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Kehidupan adalah kenyataan yang penuh warna. Warna-warni kehidupan tersebut bisa dilihat indah apabila kita mampu menatanya secara apik. Islam hadir -salah satunya- untuk memberi tahu cara menata warna-warni kehidupan tersebut. Melalui untaian syair setiap pembuka tulisan, buku ini mengajak pembaca untuk melihat kembali pemahaman keagamaan yang cenderung dikotomis.

Dalam konteks yang lebih luas, buku ini menawarkan sebuah upaya agar kita tidak bersikap parsial dalam mengarungi kehidupan ini. Karena semua unsur yang ada dalam kehidupan ini merupakan rangkaian yan bergerak dalam keagungan Ilahi. Itulah sebabnya dalam menata hidup ini harus ada kebersamaan antara hati, pikiran dan perilaku. Semua merupakan rangkaian yang saling melengkapi. Akal harus ditata melalui ilmu, hati melalui ibadah, dan perilaku melalui etika. Dengan menata hati, pikiran dan perilaku diharapkan ada kesinambungan yang bermuara pada kesempurnaan hidup. Inilah manajemen hidup islami yang hendak dikembangkan oleh Syaikh Muhammad Nawawi dalam buku ini.

Satu hal yang membuat buku ini membanggakan kita adalah bahwa buku ini ditulis oleh ulama besar Indonesia yang berasal dari daerah Tanara, Banten. Dia adalah Syaikh Nawawi yang di Timur Tengah dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Jawi atau Al-Bantani. Beliau adalah salah satu dari sedikit ulama Indonesia yang mempunyai reputasi dunia dengan karya-karyanya yang dibaca dan dikaji di berbagai negara. Banyak sekali karyanya yan ditulis dalam bahasa Arab, mengkaji berbagai disiplin ilmu, mulai dari tafsir, hadis, fikih, dan tasawuf.


 Nama Syekh Nawawi Banten sudah tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia. Bahkan sering terdengar disamakan kebesarannya dengan tokoh ulama klasik madzhab Syafi’i Imam Nawawi (w.676 H/l277 M). Melalui karya-karyanya yang tersebar di pesantren-pesantren tradisional yang sampai sekarang masih banyak dikaji, nama Kyai asal Banten ini seakan masih hidup dan terus menyertai umat memberikan wejangan ajaran Islam yang menyejukkan. Di setiap majlis ta’lim karyanya selalu dijadikan rujukan utama dalam berbagai ilmu; dari ilmu tauhid, fiqh, tasawuf sampai tafsir. Karya-karyanya sangat berjasa dalam mengarahkan mainstrim keilmuan yang dikembangkan di lembaga-Iembaga pesantren yang berada di bawah naungan NU.

Di kalangan komunitas pesantren Syekh Nawawi tidak hanya dikenal sebagai ulama penulis kitab, tapi juga ia adalah mahaguru sejati (the great scholar). Nawawi telah banyak berjasa meletakkan landasan teologis dan batasan-batasan etis tradisi keilmuan di lembaga pendidikan pesantren. Ia turut banyak membentuk keintelektualan tokoh-tokoh para pendiri pesantren yang sekaligus juga banyak menjadi tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Apabila KH. Hasyim Asyari sering disebut sebagai tokoh yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya NU, maka Syekh Nawawi adalah guru utamanya. Di sela-sela pengajian kitab-kitab karya gurunya ini, seringkali KH. Hasyim Asyari bernostalgia bercerita tentang kehidupan Syekh Nawawi, kadang mengenangnya sampai meneteskan air mata karena besarnya kecintaan beliau terhadap Syekh Nawawi.

Jual Buku Columbus Menemukan Jejak Islam

Judul: Columbus Menemukan Jejak Islam
Penulis: Wisnu Arya Wardana
Penerbit: Pustaka Pelajar, 2009
Tebal: xxviii + 276 Hlm
Kondisi: Baru (bersegel)

Harga Rp 55.000,- (belum ongkos kirim)

Order:
SMS/WA: 085225918312
PIN BBM: 5244DA2C


Percayakah anda, bahwa orang yang pertama kali menemukan Benua Amerika bukanlah Christopher Columbus? Ternyata di pulau itu, sekitar abad ke–5 M, persisnya semenjak 700 tahun sebelum Columbus datang, telah dihuni oleh orang-orang Indian dari suku Cherokee yang menganut sistem pemerintahan Islam.

Bermula dari Negara Spanyol. Atas perintah raja Ferdennand, Laksamana Columbus mengadakan perjalanan mengarungi luasnya lautan dengan bertujuan mencari daerah baru. Mereka berangkat terus menuju ke barat dan terlantar ke berbagai pulau hingga mendarat di ‘Pulau Baru’, yang kini disebut Amerika.  Sekitar abad ke–5, jauh sebelum Laksamana Columbus mendarat di benua baru tersebut, orang-orang Islam telah menginjakkan kaki di pulau itu, mereka disambut dengan hangat oleh penduduk setempat yang merupakan keturunan dari benua Afrika.

Orang Islam yang datang dengan kedamaian, membuatnya bisa diterima, berinteraksi, bahkan bisa berbaur dengan penduduk secara cepat dan sukses mneyebarkan agama Islam bersama ilmu pengetahuan. Di pulau ini, Islam telah berlama-lama dengan menciptakan peradaban penduduk menjadi tinggi. Itulah mengapa sebabnya, di Amerika setelah Columbus datang, sudah banyak berdiri bangunan dan banyaknya masjid-masjid yang berciri khas Arab.

Beberapa fakta yang membuktikan bahwa Columbus bukan orang pertama kali menemukan benua Amerika adalah penelitian ahli sejarah; Abu Bakar Ibnu Umar Al Guttuya, ia telah menemukan fakta sejarah bahwa pada masa kekhalifahan islam Spanyol yang dipimpin oleh Khalifah Hisyam II, berkuasa pada tahun 976-1009 M, seorang navigator muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar kearah barat Spanyol.

Ibnu Farrukh berangkat dari pelabuhan Chadiz bulan Februari 999 M, berlayar ke arah barat menuju kesamudra Atlantik. Ia dalam perjalannanya singgah di pulau Canary dan sempat bertemu dengan raja Guanariga. Ia juga menemukan dua pulau yang belum bernama dan berpenghuni, kemudian ia memberikan nama dengan Pulau Capraria dan Pulau Pluitana. Ari sini juga tercatat, bahwa Farrukh juga pernah singgah di pulau Indian (Amerika).

Pada waktu itu, armada Islam dan China yang paling maju daripada Armada laut manapun, terutama dalam bidang navigasi. Dalam ‘Dokumen Sung’, memuat informasi tentang pelayaran orang-orang muslim. Menurut catatan Dokumen Sung, pelaut Muslim diakui sebagai pelaut yang sangat hebat, karena telah berhasil mengarungi berbagai macam samudera. Dalam dokumen ini pula, dikatakan bahwa pelaut muslim telah berlayar hingga ke pulau baru atau Amerika, yang oleh orang China dinamakan Mu Lan Pi.

Menurut catatan sejarah, China telah mengenal Agama Islam pada abad ke-14 M. pada masa itu, laksamana laut yang sangat terkenal dari China yang bernama Cheng Ho sudah memeluk Agama Islam memimpin armada China hingga sampai ke asia selatan dan barat, antara lain sampai ke Annam, Kamboja, Thailand, India, Ceylon, dan Indonesia (Nusantara). Laksamana Cheng Ho datang ke Indonesia mendarat di Semarang dan mendirikan rumah peribadatan Cheng Ho sebagai kenang-kenagan yang sekarang bangunan tersebut dijadkan Cagar Budaya Nasional.

Jejak Islam di Amerika

Di sekujur benua Amerika kita akan bisa mendapatkan jejak-jejak umat Islam gelombang pertama dan kedua, jauh sebelum kedatangan Columbus. Lihat peta Amerika hari ini buatan Rand McNally dan cermati nama-nama tempat yang ada di Amerika. Di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

Di bagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Di negara bagian Washington misalnya, terdapat kota Salem. Lalu di Karibia (ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya ada nama Jamaika, Pulau Cuba (berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau.

Di Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Nama-nama pegunungan Appalachian (Apala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka di pantai barat. Kota besar di Ohio pada muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, satu nama universitas Islam ketika Islam masih berjaya di Andalusia, Spanyol.

Menurut Dr. Youssef Mroueh, sekarang saja terdapat tidak kurang dari 565 nama tempat di Amerika Utara, baik di negara bagian, kota, sungai, gunung, danau, dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Canada. Ini merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Islam telah ada di sana sebelum Columbus mendarat. Dr. A. Zahoor bahkan menegaskan bahwa nama negara bagian seperti Alabama, sebenarnya berasal dari kata Allah-bamya, dan juga nama negara Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah, serta Tennesse dari kata Tanasuh.

Dr. Mroueh juga menuliskan beberapa nama yang dicatatnya malah merupakan nama kota suci kita seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada.

Pada tahun 1492, Setelah Chistopher Columbus menginjakkan kaikinya di ‘pulau baru’ tersebut, ia mengira bahwa pulau tersebut masih perawan, belum berpenghuni sama sekali. Mereka berorintasi menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol. Tetapi setelah menerobos masuk, Columbus ternyata kaget menemukan bangunan yang persis pernah ia lihat sebelumnya ketika mendarat di Afrika. Bangunan megah itu adalah Masjid yang dipakai oleh Orang-orang Islam untuk beribadah. Semula Columbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Colombus banyak mendapat resistnsi dari penduduk setempat. Beberapa armada kapal milik rombongan Colombus ditenggelamkan oleh suku Indian sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangan Colombus.

Buku karya Wisnu Arya Wardhana ini, merupakan salah satu kejutan untuk para Sejarahwan yang telah terdogmatisasi bahwa Christopher Columbus adalah orang yang pertama kali menemukan Benua Amerika. Penulis menguraikan bagaimana sejarah yang selama ini berlaku adalah keliru. Ia meluruskannya dengan bukti dan fakta dari berbagai sumber yang sangat konkrit dan jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Buku ‘Columbus Menemukan Jejak Islam’ ini, akan mampu mengubah persepsi orang yang selalu membuat stigma Islam identik dengan kebodohan, kemunduran, kekumuhan, arogan dan lainnya. Dengan wawasan yang sangat luas, buku ini patut dibaca oleh semua kalangan untuk dijadikan renungan dan kajian baik oleh umat islam sendiri, atau yang peduli dengan pelurusan sejarah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tolong like Facebook kami, trims

 
Blogger Widgets