Respon Cepat

Respon Cepat

Jual Buku Assikalaibineng: Kitab Persetubuhan Bugis

Judul: Assikalaibineng: Kitab Persetubuhan Bugis
Penulis: Muhlis Hadrawi
Penerbit: Ininnawa, 2008
Tebal: 198 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 40.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312


Bagi manusia dewasa, SEKS merupakan kebutuhan dasar. Untuk menyalurkan hasrat dasar tersebut, dibentuk lembaga pernikahan yang merupakan legalitas dari sebuah keluarga. Pada gilirannya, akan terjadi reproduksi untuk mengembangkan keturunan dan mencegah ras manusia dari kepunahan. Assikalabineng, merupakan pengetahuan tata cara hubungan seksual, yang merupakan adaptasi dari ajaran Islam. Dalam tata cara itu memuat banyak hal, mulai dari waktu yang baik, hingga rekayasa keturunan.

Pengetahuan assikalabineng, pada dasarnya diketahui secara rahasia oleh orang-orang tua. Sehingga akses pengetahuan seksual sangat terbatas. ASSIKALAIBINENG, disampaikan secara tutur kepada kedua calon mempelai sebagai bentuk Sex Education menjelang acara pernikahannya. Beberapa hari sebelum hari pernikahan, biasanya kedua calon mempelai dipingit. Masa itu disebut dengan arafo-rafong. Masa dimana calon pengantin harus lebih banyak dirumah dan tidak keluar rumah kalau bukan sesuatu yang sangat penting. Masa Arafo-rafong memberikan makna agar sebelum menikah, sang calon mempelai belajar kepada orang-orang tua tentang ASSIKALAIBINENG. Selain itu memberi makna agar calon pengantin mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan dirinya lahir dan batin untuk memasuki dunia mahligai rumah tangga.

Beberapa penulis mendokumentasikan pengetahuan Assikalabineng dalam bentuk naskah Lontara yang dikenal dengan Lontara Assikalabineng. Lontara Assikalabineng adalah salah satu genre lontara. Sehingga sebenarnya banyak Lontara Assikalabineng yang pernah ditulis. Meski secara garis besar sama, namun secara detail ada sedikit perbedaan. Hal ini disebabkan pengetahuan Assikalabineng secara detail antar penulis berbeda.

Ada beberapa poin penting dalam Assikalaibineng antara lain :
    Waktu-waktu yang dianggap baik untuk melakukan persetubuhan
    Pengetahuan tentang alat reproduksi. Ragam bentuk alat reproduksi
    Tahap dan prosedur hubungan seks. Secara umum ada 12 gerakan selama satu kali hubungan seks yang sempurna. Tiap gerakan memestikan doa-doa tertentu.
    Gaya dalam persetubuhan
    Tujuh titik rangsangan perempuan dan teknik penyentuhannya
    Penentuan jenis kelamin anak. Termasuk pula penentuan warna kulit bahkan sikap dan prilaku anak
    Pengendalian kehamilan
    Perlakuan yang berhubungan dengan seks lainnya

Secara umum, yang ditekankan pada Assikalaibineng pada pihak suami adalah kemampuannya untuk mengendalikan hasrat dan keinginannya. Sehingga lelaki yang tidak mampu mengelola kemampuannya disinggung dalam Galigo Satir, yang diucap perempuan yaitu

Mauni tellu pabbisena = Meski tiga pengayuhnya (organ seksual lelaki)
Na Bongngo Pollopinna = Tapi bodoh pengendalinya (tidak tenang dalam melakukan)
Teawa Nalureng = Saya tidak ingin dimuat (tidak ingin diperistri)

Dalam buku ASSIKALAIBINENG KITAB PERSETUBUHAN BUGIS karangan Dr. Muhlis Hadrawi, mengkompilasi 8 naskah lontara dengan menggunakan pendekatan kajian Filologi. Ada tiga naskah Lontara Assikalaibineng yang ditransliterasi di buku ini lalu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sehingga memudahkan pembaca memahaminya.

Jual Buku Negara Madinah: Politik Penaklukan Masyarakat Suku Arab

Judul: Negara Madinah: Politik Penaklukan Masyarakat Suku Arab
Penulis: Khalil Abdul Karim
Penerbit: LKiS, 2005
Tebal: 450 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 100.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



Pada masa awal Islam, banyak kabilah di Semenanjung Arabia yang dengan lantang menyatakan masuk Islam. Akan tetapi, hal itu sebenarnya lebih disebabkan oleh despotiknya Negara Madinah yang dikuasai Klan Quraisy, Ketimbang karena faktor Islam sebagai “Agama” yang dibawa oleh Muhammad.

Jual Buku Kuasa dan Usaha di Masyarakat Sulawesi Selatan

Judul: Kuasa dan Usaha di Masyarakat Sulawesi Selatan
Editor: Roger Tol, Kees Van Dijk, Greg Acciaioli
Penerbit: Ininnawa & KITLV, 2009
Tebal: 384 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 50.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312



Buku baru berjudul Kuasa dan Usaha di Masyarakat Sulawesi Selatan. Buku ini mengupas Beragam citra dan stereotip yang tersebar luas ditujukan untuk orang Bugis, Makassar, juga suku-suku lain di Sulawesi Selatan, dan banyak di antaranya yang berlawanan satu sama lain.

Penduduk Sulawesi Selatan dilukiskan sebagai pelaut yang berani, perantau yang lihai, bangsawan feodal dan para pengikutnya, penganut paham kebebasan demokratis yang hanya mengakui pemerintahan yang dibentuk berdasarkan kontrak sosial, pemeluk agama Islam yang fanatik, pemuja benda-benda pusaka kerajaan tradisional dan pelaksana upacara-upacara ritual bagi para leluhur dan dewa yang turun ke bumi. Kesan dan stereotip itu tentu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Pembahasan tentang Sulawesi Selatan meliputi berbagai macam topik: dokumen kolonial yang diperhadapkan dengan naskah-naskah pribumi; homogenitas Sulawesi Selatan ditinjau dari perspektif budaya dan politik; hubungan antara status dan kekuasaan; kepemimpinan dan hubungan patron-klien; pengaruh asing dan budaya lokal; perdagangan maritim dan posisi Sulawesi Selatan dalam jaringan perdagangan internasional; kultur daerah dan pembangunan sosial-ekonomi; serta diaspora. Semua topik itu berhubungan dengan transaksi, tradisi, dan teks—berhubungan dengan penguasa dan pengusaha—yang akan dibahas secara luas dalam buku ini. Penulis dalam buku ini antara lain Christian Pelras, Anthony Reid, J Noorduyn, Roger Tol, dan peneliti tentang Sulawesi Selatan lainnya.

Jual Buku Jagad Maritim

Judul: Jagad Maritim: Dialektika Modernitas dan Artikulasi Kapitalisme pada Komunitas Konjo Pesisir di Sulawesi Selatan
Penulis: Darmawan Salman
Penerbit: Ininnawa, 2006
Tebal: 335 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 40.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312


Sejak dahulu orang Makassar terkenal sebagai masyarakat maritim yang handal. Selain terkenal akan pelaut-pelaut ulungnya, etnis Makasasar juga dikenal sebagai ahlinya pembuat perahu. Tak heran jika  penelitian yang mengkaji ke-khasan orang Makassar sebagai komunitas pelayar dan komunitas pembuat perahu telah banyak dihasilkan. Namun sayangnya, penelitian yang mengkaji komunitas maritim Makassar sebagai entitas yang sedang bertransformasi menuju masyarakat maritim industrial tak pernah ada.

Jagad Maritim: Dialektika Modernitas dan Artikulasi Kapitalisme pada Komunitas Konjo Pesisir Sulawesi Selatan karya Darmawan Salman ini merupakan upaya untuk memecah kebekuan itu. Buku ini menggambarkan bagaimana masyarakat tradisional maritim Makassar sedang bertransformasi menuju masyarakat maritim industrial. Dengan cermat buku ini juga memperlihatkan penyebab, motivasi serta hasil dari transformasi yang sedang berlangsung itu.

Secara spesifik Jagad Maritim menggambarkan proses perubahan sosial (modernisasi) yang terjadi pada etnis konjo pesisir, salah satu sub etnis Makassar di Bulukumba dalam  tiga komunitas maritim yang berbeda. Pertama adalah komunitas pembuat perahu di Tanah Lemo (Bontobahari), yang kedua adalah komunitas wisata pantai di Bira (Bontobahari) dan terakhir adalah  komunitas penangkapan ikan di Tanah Jaya (Kajang).

Dalam buku ini, Darmawan berpendapat titik awal terjadinya transformasi sosial (modernisasi) itu bermula sejak pertengahan tahun 1970-an. Sebelum titik itu, ketiga komunitas maritim ini masih dianggap sebagai  komunitas maritim tradisional (pra kapitalis) yang terstruktur secara sederhana dan terkultural secara tidak rasional. Ciri-ciri komunitas ini dapat dilihat dalam hubungan kerja dan keseharian mereka yang bersifat patron klien, kentalnya unsur magis dan mistis dalam kehidupan keseharian mereka, rendahnya hasil produksi  karena kurangnya investasi dan masih diandalkannya peralatan tradisional dalam produksi, serta tingkat kesejahteraan komunitas yang relatif masih rendah.

Masuknya tata cara produksi kapitalis pada pertengahan tahun 1970-an  yang ditandai dengan berkembangnya investasi, adopsi teknologi dan pengunaan manajemen dalam proses produksi  kemudian mendorong terjadinya deferensiasi sosial (pengkompleksan pekerjaan dan komunitas) dan rasionalisasi tindakan (pergantian unsur magis/mistis dengan rasionalitas sebagai acuan tindakan). Kedua proses modernisasi ini secara perlahan-lahan kemudian mengubah formasi sosial dalam komunitas maritim ini dari ciri tradisional menuju ciri industrial.

Dalam penelitiannya, Darmawan menemukan bahwa deferensiasi sosial dan rasionalisasi tindakan yang berlangsung dalam komunitas maritim tersebut tidak berlangsung linear, mengalami proses balik bahkan dalam komunitas pembuat perahu dan wisata pantai mengalami ketidakseimbangan. Hal ini menyebabkan perubahan sosial  yang terjadi akibat dorongan dua proses modernisasi tersebut belum menciptakan komunitas maritim berciri  indutrial sepenuhnya. Dalam artian, komunitas maritim yang tercipta saat ini masih dalam tahap transisi yang berciri antara tradisional dan industrial. Bentuk formasi sosial tersebut dicirikan dengan mulai munculnya hubungan industrial (majikan pekerja) dalam hubungan industri namun disisi lain hubungan patron-klien belum tergerus sepenuhnya,  telah digunakannya pertimbangan kalkulatif rasional sebagai acuan tindakan tetapi beberapa hal magis dan mistis  masih tetap dipertahankan, meningkatnya tingkat kesejahteraan namun belum merata pada semua lapisan komunitas.

Dalam Jagad Maritim juga digambarkan  bahwa selain karena masuknya tata cara produksi kapitalis yang datang dari luar, transformasi sosial yang sedang berlangsung itu juga dipengaruhi oleh dorongan spirit lokal yang merupakan unsur asli dalam komunitas tersebut. Darmawan menemukan bahwa nilai siri’, etos kerja dari nilai siri’ serta motif naik haji merupakan unsur lokal yang ikut mendorong terjadinya perubahan sosial itu. Dalam kesimpulannya, Darmawan berpendapat dengan adanya etos kerja yang kuat berbasis nilai siri’ tersebut disertai dengan meningkatnya investasi, teknologi dan manajemen, serta makin seimbangnya deferensiasi sosial dengan rasionalisasi tindakan maka ketiga komunitas maritim ini dapat segera bergerak menuju masyarakat industri maritim sepenuhnya.

Jual Buku Islam dan Politik (John L. Esposito)

Judul: Islam dan Politik
Penulis: John L. Esposito
Penerbit: Bulan Bintang, 1990
Tebal: 368 halaman
Kondisi: Stok lama (cukup)
Harga: Rp. 30.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312


Buku ini berikhtiar mengemukakan latar belakang sejarah beserta hubungannya dengan pemahaman politik Islam dewasa ini dan menjelaskan peranan Islam dalam kebijaksanaan politik pihak muslim pada zaman baru.

Jual Buku Jakarta Batavia: Esai Sosio-Kultural

Judul: Jakarta Batavia: Esai Sosio-Kultural
Editor: Kees Grijns & Peter J. M. Nas
Penerbit: Banana, 2007
Tebal: 378 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 80.000 (blm ongkir)
Order: SMS 085225918312

Tahukah Anda kalau Jalan Flamboyan dipakai di 200 tempat di Jabotabek; kalau Jakarta memang sudah ruwet sejak awal didirikan Kompeni; kalau nyamuk menewaskan warga kota pesisir ini bukan tahun-tahun terakhir ini saja; kalau ada persaingan sengit sesama etnis Arab di Jakarta pada masa lalu; kalau komik setrip Put On bukan sekadar lucu melainkan juga menggambarkan situasi batin warga peranakan Tionghoa dari masa ke masa? Tahukah Anda betapa banyaknya hal memikat tentang Jakarta ?

Buku Jakarta Batavia memuat esai-esai dari dua puluh satu penulis Timur dan Barat. Beberapa di antara mereka telah menetap lama di Jakarta. Keseluruhan penulis ini mempunyai satu persamaan, mereka semuanya tertarik pada karakteristik kehidupan Jakarta yang mempunyai banyak segi. Masalah yang dibahas berkisar dari kondisi pada masa Batavia VOC sampai ke masalah komunitas etnik dan bangsa, dan juga masalah perkembangan pemerintahan administratif.

Esai-esai tentang Batavia pada masa awal kolonial memberikan pandangan baru mengenai situasi demografi yang didasarkan pada penelitian arsip, dan esai-esai yang berkaitan dengan topik lebih modern menggunakan sumber-sumber khusus, termasuk peta-peta yang ternyata tidak selalu mudah diperoleh di perpustakaan-perpustakaan.

Dengan membaca buku ini, orang dihadapkan pada adanya kesejajaran yang mencolok antara masa lampau dan masa kini karena berbagai aspek di Jakarta pada masa kini sebenarnya sudah berakar mendalam dalam sejarah kota itu: baik mengenai demografi dan morfologi perkotaan, absurditas lingkungan hidup, lalu lintas, dan banjir, maupun mengenai upacara ritual dan simbolisme. Para sejarawan, pakar antropologi, sosiologi, pegawai pemerintahan dan para perencana tata kota dapat memanfaatkan inspirasi-inspirasi dari gambaran kaleidoskopis ibu kota Indonesia ini.

Kees Grijns (1924-1999), dahulu adalah dosen senior di Universitas Leiden. Pada tahun 1991 ia menerbitkan Jakarta Malay: A Multidimensional Approach to Spatial Variation (Leiden, KITLV Press). Peter J.M. Nas adalah guru besar di Universitas Leiden, dan bekerja di Fakultas Sastra dan di Fakultas Ilmu-ilmu Sosial universitas tersebut. Dia telah banyak menerbitkan tulisan dalam bidang sosiologi dan antropologi perkotaan dan terapan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tolong like Facebook kami, trims